Categories
Uncategorized

Kamboja Fosil,si Pohon Seribu Makna, Identitas Pulau Dewata

Pohon Kamboja Fosil tidak asing dengan bunga dari Amerika Tengah yang tersebar luas di Indonesia. Di Jawa, Pohon Kamboja Fosil umumnya ditanam di kuburan. Ini membuat Pohon Kamboja Fosil terlihat menakutkan dan menakutkan.

Namun di Bali, Pohon Kamboja Fosil menjadi bunga favorit untuk sesaji. Hampir semua orang Bali menjadikan Pohon Kamboja Fosil sebagai identitas mereka sebagai orang Bali. Kemudian muncul beberapa pertanyaan:

Kamboja Fosil,si Pohon Seribu Makna, Identitas Pulau Dewata

Mengapa bunga Amerika Tengah ini masih dipilih sebagai identitas Bali di antara sekian banyak jenis bunga yang nilai estetika dan manfaatnya bahkan melebihi Pohon Kamboja Fosil?

Apakah ada arti khusus Pohon Kamboja Fosil ini bagi umat Hindu Bali? Itulah inti dari penulisan artikel ini. Selamat menyimak, semoga bermanfaat. Jual Kamboja Fosil

Klasifikasi dan morfologi

Kemboja atau lebih dikenal dengan Kamboja Fosil atau Semboja diklasifikasikan sebagai genus Plumeria. Pohon dan bunga ini lebih sering dijumpai di kuburan atau pemakaman, sehingga sering disebut sebagai bunga kuburan atau pohon kuburan.

Kamboja Fosil memiliki bentuk mirip pohon dengan daun yang jarang tapi lebat. Bunganya sangat harum dengan mahkota putih hingga ungu, biasanya lima helai. Mengenai mengapa angka lima tidak ditemukan, adalah alasannya.

Namun, bukan berarti tidak mungkin jika jumlah kelopak kurang dari lima atau lebih dari lima. Bunga dengan empat atau enam mahkota dianggap supranatural oleh orang-orang tertentu.

Nah, begitu juga orang-orang sampai batas tertentu terkait dengan hal-hal supernatural. Namun kita tetap perlu menghormati perbedaan keyakinan seperti pada contoh di atas.

Perlu diketahui bahwa meskipun bunga ini sering disebut sebagai Pohon Kamboja Fosil, namun tidak ada hubungannya dengan Kamboja fosil … bunga ini sebenarnya disebut kemboja (pakai huruf ‘e’). Tapi entah kenapa orang lebih mengenal kamboja fosil (menggunakan huruf ‘a’). Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah. Disebut Latin Plumeria karena nama Plumeria diberikan untuk menghormati ahli botani Prancis Charles Plumier (1646-1706).

Filsafat Hindu

Berdasarkan filosofi Hindu, pohon kamboja fosil mekar di Sasih Kapat (bulan purnama keempat) di Bali, yang merupakan bulan yang baik. Bunga ini juga disebut sebagai “sari alam”, sehingga Pohon Kamboja Fosil bisa diartikan sebagai sari alam yang membawa pencerahan dan sari kebaikan.

Pohon Kamboja Fosil dan bali sangat erat hubungannya bahkan tidak bisa dipisahkan. Jika Anda berwisata ke Bali dan melihat pohon kamboja fosil tumbuh di berbagai penjuru kota, terutama di pura, Anda tidak perlu heran. Silahkan masuk ke Pura Ulun Danu, Pura Gelgel, Pura Tanah Lot dan Pura Besakih untuk melihat seberapa baik tanaman Pohon Kamboja Fosil dirawat.

Apakah ada arti tersendiri?

Apa arti bunga dalam ritual sakral ketika umat Hindu melakukan upacara pemujaan? Pohon Kamboja Fosil digunakan untuk menunjukkan kemurnian hati ketika menyembah Sang Hyang Widi Wasa dan cahaya sakralnya, leluhur dan Rsi (guru di bidang spiritual).

Mengapa menjadi ikon atau identitas Bali dari banyaknya jenis Pohon Kamboja Fosil, kamboja dengan kelopak putih dan semburat kuning? Pertanyaan ini kemudian dijawab dengan arti dari warna putih dan kuning itu sendiri.

Dalam kepercayaan Hindu, warna putih merupakan simbol pemujaan Hyang Widhi sebagai Iswara yang memiliki kekuatan seperti Badjra yang memancarkan cahaya putih (netral).

Sedangkan warna kuning merupakan simbol pemujaan Hyang Widhi sebagai Mahadewa atau Dewa Siwa yang memiliki kekuatan naga yang memancarkan cahaya kuning. Nah, dari sini diketahui bahwa mayoritas orang Bali adalah Hindu Siwa.

Selain Pohon Kamboja Fosil, ada bunga lain yang bisa digunakan untuk upacara ganti Pohon Kamboja Fosil. Bunga yang dipilih harus menampilkan warna putih, merah, hitam, atau kuning. Bunga merah merupakan simbol pemujaan Hyang Widhi sebagai Brahma dan memiliki kekuatan seperti pentungan yang memancarkan cahaya merah. Sedangkan bunga hitam merupakan simbol pemujaan Hyang Widhi sebagai Wisnu yang memiliki senjata cakra dan memancarkan cahaya hitam.

Seberapa besar peran Kamboja di Bali?

Bunga kamboja fosil memainkan dua peran penting dalam agama Hindu, yaitu sebagai lambang Dewa Siwa dan sebagai sarana sembahyang semata. Sebagai simbol Dewa Siwa, bunga menjulur dari ujung pohon palem yang ditutupi saat beribadah. Setelah ibadah selesai, biasanya bunga diletakkan di kepala (rambut) atau ditaruh di telinga. Sebagai sarana sembahyang, bunga digunakan untuk mengisi upacara atau sesaji untuk dipersembahkan kepada Tuhan atau roh suci leluhur.

Tidak ada keraguan bahwa kamboja fosil adalah bunga favorit di Bali. Hampir semua orang Bali yang masih kaya akan nilai-nilai tradisional menjadikan bunga kamboja fosil identitas mereka sebagai warga Bali. Seperti kebanyakan wanita di Bali, yang memasang bunga kamboja fosil di telinga mereka atau menggunakannya sebagai aksesoris di rambut mereka.

Selain itu, hampir semua penari dari Bali selalu memakai aksesoris bunga kamboja fosil untuk mempercantik penarinya. Gambar bunga kamboja fosil juga sangat banyak ditemukan di berbagai produk oleh-oleh khas Bali seperti pakaian, aksesoris rambut, bahan makanan, dan tentunya masih banyak lagi yang lainnya. Anda yang pernah ke Bali pasti akan setuju.

Dan yang terpenting, bunga kamboja fosil juga mendominasi isi sesajen yang dipersembahkan oleh masyarakat Hindu Bali kepada Sang Hyang Widi Wasa beserta sinarnya, nenek moyang dan Rsi (guru di alam spiritual).

Kamu tahu? Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa bunga Kamboja Fosil adalah makanan spiritual dan karenanya ditemukan di banyak kuburan. Lalu bagaimana dengan Bali saat bunga kamboja fosil memberi makan roh?

Menurut kepercayaan masyarakat Bali, pura tidak hanya sebagai tempat pemujaan kepada Tuhan, tetapi juga tempat pemujaan arwah nenek moyang yang disucikan melalui prosesi upacara ngaben (n sesaji) dan prosesi pembakaran badan halus (nyekah). Arwah suci ini biasanya disebar di pura keluarga, sehingga masuk akal juga jika bunga kamboja fosil dijadikan sebagai makanan spiritual, sehingga pohon kamboja fosil banyak ditemui di area pura. Dewa juga termasuk golongan roh suci, sama seperti Tuhan sendiri dalam budaya Bali yang sering disebut sebagai roh utama (Purushottama) dan merupakan sumber segala roh.

Setelah penjualan Bunga Kamboja Fosil

Seringkali kita mendengar pepatah, “Habis setelah dibuang,” yang artinya setelah menerima manfaat (manisnya) sesuatu, ia diabaikan begitu saja (dibuang). Sayangnya, ungkapan ini tidak berlaku untuk bunga kamboja fosil di Bali.

Di Bali, bunga kamboja fosil tidak hanya sebagai makanan spiritual, tetapi juga sumber mata pencaharian. Harga bunga kamboja fosil segar pada saat hari raya biasanya naik dan memberikan kemakmuran bagi para penanam bunga karena tingginya permintaan. 

Dan yang lebih mengherankan lagi, bunga kamboja fosil kering yang tumbang belakangan ini, yang tidak biasa digunakan untuk keperluan upacara, laris manis dengan harga menggiurkan di atas Rp. 100.000 per kilo.

Impresif! Harga yang sangat fantastis untuk bunga kering yang biasanya hanya dihargai sebagai sampah. Banyak yang berlomba-lomba memperebutkan bunga kamboja kering karena harganya yang begitu menjanjikan untuk hidup sejahtera dan harganya terus naik. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *